Mengenal Perusahaan Asuransi di Indonesia

Sakit, kecelakaan, dan bahkan meninggal bukanlah sebuah peristiwa yang diinginkan semua orang. Tapi bagaimana jika ternyata ada keluarga korban yang masih di bawah umur dan hidup dibawah standar kelayakan ? Itu pasti akan menjadi sumber ketakutan terbesar bagi pasangan mereka. Untuk itu, maka kita membutuhkan adanya asuransi. Bagi setiap orang adanya jaminan berupa asuransi dianggap sangat penting. Karena apabila terjadi sesuatu yang buruk dan tidak diinginkan, maka kita selaku pemegang polis sekaligus pembayaran iuran akan secara otomatis mendapat dana dari perusahaan asuransi tersebut. Asuransi ini banyak jenisnya, bukan hanya soal kecelakaan saja. Di Indonesia sendiri sudah berkembang berbagai macam asuransi, yakni mulai dari : asuransi kesehatan, asuransi hari tua, asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan, asuransi investasi, dan juga ada asuransi korporasi.

Setelah anda sudah mengetahui macam-macam asuransi ini, tidak ada salahnya anda juga memahami tentang proses pencairan klaim pada asuransi. Dari sini anda bisa mengerti apa saja yang menjadi hak dan kewajiban antara pemilik asuransi dan perusahaan penyedia jasa asuransi. Dalam hal ini, anda harus dengan cermat memeriksa terkait : informasi nama tertanggung, jumlah besaran premi asuransi, durasi asuransi, total biaya asuransi, uang pertanggungan, instrumen investasi dan fasilitas lainnya juga. Tetapi, karena setiap asuransi memiliki metode pencairannya masing-masing, maka anda juga diwajibkan untuk mempelajari masa tunggu pencairan dari polis asuransi tersebut. Berdasarkan apa yang tertera pada Peraturan OJK No. 69/POJK.05/2016, yakni mengatakan bahwa setiap calon pemegang polis asuransi berhak untuk mempelajari setiap poin informasi yang tertulis di dalam polis tersebut, dan waktu yang diberikan yakni minimal 14 hari dan dihitung sejak polis tersebut diterima untuk pertama kalinya.

Sejarah Berlakunya Polis Asuransi di Indonesia

Asuransi di dunia dilakukan pertama kali yakni melalui kegiatan perdagangan antara bangsa Babilonia dan Tiongkok. Tapi pada saat itu, mereka lebih menggunakan asuransi untuk barang dagangan mereka. Sebagai perlindungan dari adanya resiko barang yang hilang karena dicuri atau barang hanyut di tengah laut. Pada tahun 1750 SM, ada dokumen bernama “Kode Hammurabi”, di dalam dokumen tersebut dijelaskan tentang metode penjamin asuransi terhadap barang dagangan. Dan perkembangan itu terus menerus berevolusi dan dikembangkan lagi oleh bangsawan dari Yunani dan Romawi, yakni asuransi yang mengatur tentang jiwa dan kesehatan. Asuransi jenis ini mulai muncul pada tahun 600 SM. Dan di era yang lebih modern, perusahaan asuransi mulai didirikan pertama kali di London, Inggris. Yakni “Edward Lloyd’s” yang dibangun tahun 1688, perusahaan itu menawarkan produk asuransi dagang yang melindungi kegiatan ekspor impor kapal kargo lewat jalur laut. Dan di wilayah Amerika Serikat, perusahaan asuransi pertama didirikan pada tahun 1752, yang bernama “Philadelphia Contributionship for the Insurance of Houses from Loss by Fire” dan didirikan oleh Benjamin Franklin. Dan semenjak saat itu, perusahaan asuransi mulai berkembang luas hingga sekarang.

Sedangkan di Indonesia, asuransi mulai dikenal pada saat kolonial Belanda datang ke Indonesia, dan memperkenalkan produk asuransi umum ke masyarakat di tanah air. Untuk pertama kalinya, sebuah perusahaan asuransi di Indonesia didirikan yaitu “Bataviasche Zee End Brand Assurantie Maatschappij” di tahun 1853 yang  melindungi di bidang perdagangan dan perkebunan. Dan pada tahun 1912, barulah berdiri gedung asuransi jiwa yang pertama dan diberi nama “Boemi Poetra 1912”. Selama terjadinya revolusi di Indonesia, semua bisnis di bidang asuransi mulai berhenti, dan barulah pada tahun 1950, perusahaan asuransi mulai mengalami kebangkitan seiring dengan mulai lancarnya sistem perekonomian di Indonesia. Hal ini mendorong adanya pembangunan perusahaan asuransi baru, seperti : Djasa Raharja (asuransi sosial), Djasa Samoedra (asuransi maritim), dan Djasa Aneka (asuransi kebakaran). Namun, pada akhirnya ketiga perusahaan baru tersebut memutuskan untuk melebur menjadi satu dan dikenal sebagai “Perusahaan Negara Asuransi Bendasraya” yang fokus pada asuransi kerugian. Setelah tahun tersebut, asuransi Bendasraya juga digabungkan dengan PT. Jasindo (Persero). Seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang asuransi tersebut, melahirkan berbagai macam perusahaan yang bergerak di beberapa jenis asuransi. Dan hingga bisa menjadi yang kita kenal sekarang.

Perusahaan Asuransi Terkenal di Indonesia

Pada sejarahnya, memang banyak nama perusahaan asuransi yang telah kita kenal. Namun, sebagai dampak dari majunya perkembangan zaman seperti sekarang ini, membuat banyak perusahaan asuransi “modern” yang berdiri di Indonesia. Dan perusahaan baru ini tergolong sebagai perusahaan yang sama bagusnya dengan perusahaan asuransi dahulu.

1. Manulife

Manulife merupakan perusahaan asuransi asing yang berasal dari Kanada. Dan di Indonesia sendiri Manulife ini sudah berdiri sejak 1989. Mereka memiliki produk asuransi kesehatan terbaik di Indonesia, dan saat ini telah memiliki 2,5 juta nasabah. Dari semua jenis produk yang tersedia, salah satu yang terbaik di Manulife adalah MiUltimate HealthCare (MiUHC).

2. Allianz

Jika asuransi Manulife berasal dari Kanda, maka lain halnya dengan perusahaan Allianz yang datang dari Munich, Jerman. Perusahaan ini bergerak dalam asuransi kesehatan dan yang menjadi produk unggulannya adalah SmartHealth Maxi Violet. Allianz sendiri mulai dibangun di Indonesia pada tahun 1981, dan sejauh ini telah memiliki lebih dari 7 juta orang yang memakai jasa asuransi ini. Tapi bukan hanya kesehatan saja yang mereka fokuskan, melainkan ada juga jenis asuransi jiwa, dana pensiun, dan juga syariah.

3. AIA Financial

Yakni merupakan anak perusahaan dari AIA Group. Merupakan salah satu perusahaan asuransi di Indonesia yang sudah terdaftar di OJK. AIA Financial ini mulai beroperasi pada 1983, dan memiliki produk terbaiknya yaitu Hospital & Surgical Protection, yang dimana asuransi jenis ini memberikan penjaminan untuk mengganti biaya perawatan medis nasabah selama dirawat di rumah sakit. Di samping itu, asuransi AIA ini juga menawarkan beberapa jenis asuransi lainnya, seperti : jiwa, kesehatan, kecelakaan, investasi, kesejahteraan karyawan, pesangon, dan juga dana pensiun.

4. AXA Mandiri

AXA Mandiri merupakan salah satu perusahaan asuransi lama yang dibangun sejak 1991. Dan merupakan perusahaan gabungan antara AXA Group dan PT. Bank Mandiri (Persero Tbk. Meskipun di perusahaan ini harga pembayaran asuransi sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan perusahaan asuransi lain, tetapi di dalam asuransi milik AXA tidak menerapkan sistem limit per tindakan perawatan. Di sini menawarkan berbagai macam asuransi, misalnya : jiwa, manajemen aset, dan umum. Karena track record yang baik, AXA bisa menjadi pertimbangan di saat anda sedang ingin membeli polis asuransi.

5. Prudential

Prudential sendiri sudah ada di Indonesia sejak 1995, dan lebih berfokus pada jenis asuransi jiwa. Namun, di tahun 1999, perusahaan ini mulai bergerak dalam aspek asuransi investasi. Dan hingga kini, mereka telah memiliki 2,3 juta orang nasabah. Sementara total dana nasabah yang telah dikelola perusahaan ini berjumlah lebih dari 70 triliun rupiah. Produk dari Prudential yang terkenal adalah PRUprime Healthcare, dimana jenis produk ini memberikan tanggungan biaya kepada nasabahnya yang sedang rawat inap dan juga perlindungan jaminan hari tua sampai di usia 85 tahun.